by

PDAM Tirta Mayang Buat Kesal Warga, Sudah Dua Bulan Air Mengalir 3 Jam per Hari

HALUANjAMBI.COM, JAMBI – Hampir sejak dua bulan terakhir aliran air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mayang selalu macet di Perumahan Garuda Tiga, Alam Berajo, Kota Jambi.

Saban hari, air yang seyogyanya mengalir 24 Jam, namun tidak demikian. Air baru mengalir dari jam 6 pagi sampai jam 9, artinya air hanya mengalir selama 3 jam saja kerumah warga.

Kondisi pelayanan PDAM Tirta Mayang milik usaha Pemerintah Kota Jambi itu sangat dikeluhkan. Bagaimana tidak, sebelumnya Walikota Jambi, Sy Fasha pada awal tahun 2019 menaikkan tarif PDAM dengan dalih untuk meningkatkan pelayanan.

Kenaikan itu tidak tanggung-tanggung, meski mendapat reaksi penolakan dari berbagai pihak pada saat itu, air PDAM Trita Mayang naik menjadi 100 persen dari tarif semula. Namun, kenaikan itu tidak sejalan dengan pelayanan yang diterima.

“Katanya kenaikan tarif untuk perbaiki kualitas pelayanan PDAM, namun faktanya tidak berbanding lurus,” ujar Harto, salah satu warga yang menjadi pelanggan PDAM Tirta Mayang, Kota Jambi.

Menanggapi keluhan itu, pihak PDAM Tirta Mayang melalui Staf Humas PDAM saat dikonfirmasi menduga macetnya aliran air PDAM kerumah warga karena adanya perbaikan jaringan dan penambahan kapasitas air.

Apakah perbaikan itu memakan waktu berbulan-bulan?

“Biasanya lagi ada perbaiki jaringan dan ada penambahan kapasitas di Aur Duri itu. Karena memang lagi dalam progres ya,” ujar Susi, salah satu Staf Humas PDAM Tirta Mayang, Kota Jambi, Selasa (23/3/21).

Menurutnya, pihak PDAM Tirta Mayang selalu memberikan pelayanan yang prima, terutama dalam penambahan kapasitas debit air. Namun, pernyatan itu tidak sejalan dengan relalita yang diterima oleh pelanggan.

Bahkan, pada tanggan 26 Januari 2021 lalu sudah pernah disampaikan bagian pengaduan pelayanan PDAM Tirta Mayang melalui by Phone. Namun, sepertinya keluhan yang disampaikan belum ada tindak lanjutnya.

Menurut sambungan telepon saat itu, pihak PDAM sengaja melakukan pengaturan pendistribusian air sehingga mengakibatkan aliran air bersih kewarga terganggu, karena kemampuan dalam pedistribusuan terbatas.

“Memang sudah pengaturannya, karena bagian pendistribusiannya. Karena daerah sana tidak bisa waktu 24 jam. Pengaturan karena ada bagi-bagi, kita maunya pul dan nonstop tapi kemampuannya segitu, harap maklum,” sebut yang menjawab sambungan telepon tersebut.

Anehnya, menurut yang menjawab sambungan telepon pada saat itu, pengalihan dan pengaturan pendistribusian air bersih itu tidak disebabkan adanya kendala lain dan dia tidak bisa memastikan pendistribusian air bersih kewarga sampai kapan bisa maksimal.

Penulis: Budi Harto

News Feed