by

Bakri Apresiasi Kinerja Badan Keahlian DPR dalam Meningkatkan Kinerjanya

HALUANJAMBI.CO, JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI H. A. Bakri mengimbau Badan Keahlian (BK) DPR RI untuk kedepannya lebih meningkatkan sinergitas dan kolaborasi Tenaga Ahli (TA) di DPR RI baik TA Fraksi maupun TA Anggota. Sehingga, keberadaan TA dapat semakin maksimal menjadi filter dan penggerak bagi Anggota Dewan.

Pemaparan tersebut disampaikan Bakri dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi V Ridwan Bae dengan Kepala BK DPR RI Inosentius Samsul dan jajaran, di Ruang Rapat Komisi V DPR RI, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021).

“Saya melihat, TA baik di Fraksi maupun di Anggota banyak jumlahnya. Maka, saya mendorong agar BK untuk semakin meningkatkan secara intens pertemuan antar TA dengan Fraksi dan dengan Anggota dengan berbagai pembahasan yang rutin,” usul Bakri.

Pimpinan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI tersebut kembali menegaskan, jikalau TA Fraksi dan TA Anggota semakin dimaksimalkan perannya dengan fokus pembahasan terkait kinerja Parlemen maka akan semakin berkontribusi secara maksimal bagi Anggota DPR RI.

“Maka, saya usul ke depannya agar diagendakan jadwal pertemuan rutin. Saya betul-betul menginginkan agar TA di DPR baik TA Anggota maupun TA Fraksi lebih dimaksimalkan peranannya,” katanya.

Karena itu, memberikan apresiasi atas insiatif Badan Keahlian DPR RI dalam meningkatkan kinerjanya. “Saya titipkan beberapa hal kepada Kepala BKD yang baru, agar ke depannya antara Badan Keahlian dengan Tenaga Ahli setiap anggota dapat sinkron, supaya bobot kerjanya dapat maksimal,” kata politisi PAN itu.

Sinkronisasi yang diharapkan legislator dapil Jambi itu salah satunya agar tercipta pertemuan-pertemuan antara BKD dengan Tenaga Ahli para anggota, juga tak menutup kemungkinan tercipta diskusi dan sharing pengetahuan terkait bagaimana menghasilkan analisis data yang dapat menunjang kerja para Anggota Dewan.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja Badan Keahlian (BK) DPR RI sebagai penunjang kerja (supporting system) Anggota Dewan dalam menjalankan fungsinya.

Ke depannya ia berharap kerja tersebut lebih dimaksimalkan lagi, demi membantu fungsi legislasi, pengawasan dan anggaran yang dilakukan DPR RI.

“Ini artinya ada konsep baru dari BKD yang patut diapresiasi, dimana sekarang sudah ada interaksi antara Anggota DPR dengan badan tersebut. Kalau dahulu saya menilai belum ada koneksinya, padahal kegiatan Anggota Dewan juga perlu dukungan analisis data untuk mengoptimalkan fungsi sebagai lembaga legislatif,” kata Hamka.

Hamka mencontohkan, DPR RI akan memanggil jajaran kementerian untuk membicarakan hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Maka harus ada summary dari laporan itu yang merupakan hasil analisis dari BKD. Jadi jangan hanya menyediakan laporan dalam bentuk angka,” urai politisi Partai Golkar itu.

Lebih lanjut Hamka mengatakan, dengan ketersediaan analisis itu DPR akan punya power untuk menghadapi mitra kerjanya tersebut yang tak lain ialah pemerintah. “BKD juga harus selangkah lebih maju, jangan sampai UU-nya telah jadi, maka analisisnya baru hadir belakangan,” pesan legislator dapil Sulawesi Selatan I itu.

Facebook Comments

News Feed