by

Pimpinan Ponpes di Tebo Cabuli Lima Santriwatinya dengan Modus Diajak Belajar

HALUANJAMBI.CO , TEBO – Sungguh biadab, laiknya seorang kiai sebagai panutan.  Namun, hal demikian tidak bagi pimpinan salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Jambi.

Ia tega mencabuli santriwatinya sendiri, bahkan berdasarkan pengembangan petugas saat ini terungkap santriwati yang menjadi korban nafsu bejatnya sebanyak 5 orang.

“Ya, saat ini kita telah mengamankan seorang pimpinan salah satu pesantren di Tebo. Dia ditangkap berdasarkan laporan SM salah satu korbannya,” kata Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Mahara Tua Siregar saat dikonfirmasi, Jum’at (16/10/20).

Madus kejahatan pelaku kata Tua Siregar, pelaku mengajak korbannya belajar disalah satu ruangan di ponpes tersebut. Namun, kemudian korban diajak lagi keruangan lainnya untuk melancarkan aksi bejatnya.

“Agar korban tidak buka mulut maka pelaku memberikan uang, nilainya beragam ada yang Rp100 ribu dan ada yang lebih,” katanya menjelaskan.

Menurutnya, terungkapnya kasus itu saat SM salah satu korban menceritakan ihwal yang dialaminya kepada sang kakak.

Namun oleh sang kakak tidak terima atas perlakuan yang dialami oleh sang adik itu lantas melaporkan aksi bejat pimpinan ponpes tersebut kepada kepolisian.

“Dari situlah terungkapnya perkara tersebut. Namun hingga saat ini baru ada lima orang yang menjadi korban kebejatan pimpinan ponpes tersebut,” tukasnya.

Menurutnya, tersangka akan disangkakan dengan pasal 82 ayat (1),( 2) ,(4) jo pasal 76E UU RI NO 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU RI no 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak, dengan ancaman paling 20 tahun penjara.

Penulis: Budi Harto

Facebook Comments

News Feed