by

Sutradara Asal Jambi Garap Film Dongeng ‘Bawang Merah dan Bawang Putih’

HALUANJAMBI.CO, JAMBI – Ana Production saat ini tengah menggarap sebuah film dongeng ‘Bawang Merah dan Bawang Putih’. Film yang juga disutradarai oleh Ana merupakan hasil karya anak Jambi. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat Jambi.

Film bawang merah dan bawang putih merupakan kisah dongeng yang melegenda di Indonesia. Bawang merah dan bawang putih menggambarkan kisah tentang dua orang kakak beradik yang memiliki sifat yang berbeda dengan seorang ibu tiri yang pilih kasih dan tidak adil.

“Saat ini kita tengah menggarap film anak-anak versi bawang merah dan bawang putih dengan judul istana kapal,” ungkap Ana saat disambangi di lokasi syuting, Selasa (25/8/2020).

Menurut Ana, Film itu akan dipersembahkan untuk warga Jambi khususnya bagi-anak, karena film yang dikemas dengan judul ‘Istana Kapal’ syarat dengan edukasi.

“Karena film ini jadi contoh tentang keburukan dan kebaikan sifat seseorang,” imbuhnya.

Di film tersebut diakui oleh Ana, bawang putih merupakan kakak tiri dari bawang merah, dalam kisah itu memperlihatkan drama ketidak cocokan antara bawang merah serta ibu tirinya.

Bawang putih memiliki sifat karakter serta kepribadian yang rajin, baik, jujur dan rendah hati. Sementara, bawang merah memiliki sifat yang sombong, pemalas dan iri hati.

Dalam penggarapan film itu, karater bawang putih diperankan oleh Amel, ia merupakan sesosok anak yang humanis serta memiliki karater penyabar meski memiliki saudara tiri dan ibu tiri.

Dalam perannya, ia lakoni dengan penuh kesababaran, meski setelah ketiadaan orangtuanya, kakak tiri dan ibu tirinya kondisinya berubah dengan misi ingin menguasai harta peninggalan orangtuanya.

“Saya berperan sebagai bawang putih, saya senang aja jadi perannya,” ujar Amel dengan wajah imutnya.

Begitupun bawang merah di Film itu dilakoni oleh Zahra, ia mengaku senang dengan perannya itu. Bahkan, dalam project tersebut dirinya tidak canggung untuk beradu acting dengan lawan mainnya.

“Asyik aja, ini yang ke tiga kalinya (bermain film)”ujar Zahra dengan cerianya dilokasi syuting.

Sebelumnya, Ana sebagai sang Sutradara sekaligus sebagai rumah Production dalam pembuatan film tersebut mengaku memiliki beberapa kendala, karena para pemain tidak berasal dari teater.

“Tetapi hal itu tidak menjadi kendala yang berarti, pasalnya para pemain memiliki semangat ingin sukses dan belajar,” tukasnya.

Menurutnya, Film bawang putih dan bawang merah nantinya akan tayang di salah satu stasiun televisi swasta di Jambi.

Bahkan diakuinya, wanita asal Jambi itu mengatakan saat ini telah memproduksi puluhan film layar lebar maupun FTV.

Maka dari itu, ia berharap ada peran pemerintah daerah sebagai pemerhati perfilman di Jambi, apa lagi katanya banyak kisah yang melegenda di Jambi yang patut di filmkan.

“Salah satunya tentang kisah perjuangan Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, beliau adalah tokoh sekaligus sejarah pejuang Jambi,” bebernya.

Penulis: Budi Harto

Facebook Comments

News Feed