by

Agung Purwa Widian dari Bogor, Pemenang Lomba Narasi Indonesia Lima Besar Kekuatan Dunia

HALUANJAMBI.CO, JAKARTA – Agung Purwa Widian dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat tampil sebagai pemenang Lomba Menulis Narasi tentang Indonesia sebagai Lima Besar Kekuatan Dunia dalam acara ‘GELORA DIGIFEST 2020’.

Karya Agung dengan judul ‘The Protokol Kaum Muda Indonesia’ itu berhasil mengalahkan lebih dari 120 naskah yang masuk. Naskah diseleksi langsung Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia oleh Muhammad Anis Matta

“Ini yang paling bagus, singkat tapi tulisannya oke. Tulisannya Agung Purwa Widian dari Kabupaten Bogor. Judulnya juga seru The Protokol Kaum Muda Indonesia,” kata Anis Matta saat membacakan pemenang Lomba Narasi di sela-sela ‘GELORA DIGIFEST’ 2020, Sabtu (18/7/2020) malam.

Anis Matta lantas membacakan naskah Narasi Agung Purwa Widian dari awal hingga akhir yang berbicara mengenai ciri-ciri Indonesia sebagai lima besar kekuatan dunia. Pembedanya adalah kaum mudanya yang ada dalam setiap era dan massanya.

“Kaum muda hari ini harus menjadi inspirasi bersama untuk terus berkarya, melahirkan gagasan, ide-ide brilian yang dapat memecahkan persoalan bangsa, piawai mengatur strategi dan terus berinovasi, sehingga bisa menavigasikan baru bangsa dalam mengentaskan kemiskinan dalam melaksanakan pembangunan agar bersaing dalam percaturan dunia,” kata Anis Matta membaca penggalan naskah Agung Purwa Widian.

Menurut Anis Matta, kelebihan dari anak muda adalah memiliki imajinasi. Karena itu, perlawanan menggunakan senjata melawan penjajah, Indonesia selalu kalah dalam bertempur.

Namun, ketika strateginya diubah dengan imajinasi dengan lahirnya Boedi Oetomo dan Syarikat Islam justru berhasil dalam perjuangan, sehingga melahirkan Sumpah Pemuda dan menjadikan Indonesia sebagai bangsa, padahal belum memiliki negara.

“Kita sudah punya negara dalam imajinasi saat itu, tetapi imajinasi Indonesia masa depan itu yang sekarang tidak ada. Partai Gelora ini ingin memberikan ruang sebesar-besarnya kepada anak muda, karena kita tahu kekuatan mereka pada imajinasi,” ujar Anis.

Salah satu fitur penting kekuatan Indonesia menjadi kekuatan lima besar dunia, kata Anis, terletak pada bonus demografi yang bisa diartikan anak muda.

“Krisis yang dihadapi dunia ini krisis yang sangat kompleks, tidak ada solusinya yang sederhana. Perlu imajinasi seperti ini, nah yang punya imajinasi itu anak muda,” katanya.

Anis Matta menambahkan, untuk melahirkan imajinasi anak muda, Partai Gelora membuat berbagai terobosan saat pandemi Covid-19 yang memaksa semua pihak untuk beralih secepatnya ke digital.

“Sebagai partai politik, kita juga harus beradaptasi dengan lingkungan baru ini. Karena era digital ini akan menjadi era sektor kehidupan, baik itu politik, ekonomi, sosial dan seterusnya. Jadi terobosan GELORA DIGIFEST ini bagus sekali,” tandasnya .

Adapun pemenang lainnya, Lomba Narasi Indonesia sebagai Lima Besar Kekuatan Dunia adalah Krisna Adrian dari Bangka Belitung sebagai pemenang kedua, juara ketiga diraihM Anis Zafran Al Anwary dari Bekasi, serta pemenang keempat Yusuf Qardhawi dari Medan dan pemenang kelima Muhammad Pramadika dari Riau.

Facebook Comments

News Feed