by

BI: Ekonomi Jambi Hanya Tumbuh 1,65 Persen

HALUANJAMBI.CO, JAMBI – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi terpantau melambat. Pada triwulan I tahun 2020 tumbuh sebesar 1.65 persen (yoy).

“Melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 3,59% (yoy) juga lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan I tahun 2019 sebesar 4,69% (yoy),” kata Bayu Martanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jambi, Jum’at (19/6/2020).

Melambatnya pertumbuhan ekonomi pada saat ini diakibatkan pandemi COVID-19 yang tengah berlangsung. Akibatnya, terjadi penurunan aktivitas perjalanan, operasional industri, investasi dan ekspektasi konsumen sehingga menimbulkan shock terhadap penawaran dan permintaan agregat.

Risiko penyebaran Covid-19 juga menimbulkan pesimisme terhadap pelaku usaha sehingga kinerja investasi mengalami penurunan,” ungkap Bayu.

Dia menambahkan, pembatasan pergerakan manusia dan industri mengakibatkan penurunan permintaan baik dari sisi eksternal maupun domestik. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan kinerja ekspor dan konsumsi rumah tangga.

Di sisi lain, katanya, konsumsi pemerintah terpantau meningkat didorong ekspansi keuangan pemerintah terkait penanganan dampak Covid-19.

“Hal ini sejalan dengan upaya yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah dalam penguatan perlindungan sosial dan stimulus ekonomi, antara lain melalui refocusing dan realolasi anggaran belanja untuk percepatan penanganan dampak Covid-19,” ujarnya.

Secara sektoral, tukas Bayu, perlambatan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha kecuali pertanian, informasi dan komunikasi, serta pengadaan air.

“Penurunan permintaan sejalan dengan melambatnya pertumbuhan lapangan usaha pertambangan, industri pengolahan dan perdagangan,” imbuhnya.

Disamping itu, sambung dia, penerapan pembatasan sosial mendorong perbaikan kinerja lapangan usaha informasi dan komunikasi serta lapangan usaha pengadaan air. Sementara, meningkatnya pertumbuhan lapangan usaha pertanian seiring berlangsungnya panen raya tanamanan pangan.

Bayu juga memaparkan, pertumbuhan ekonomi triwulan II 2020 diprakirakan melambat dibanding triwulan sebelumnya.

“Penurunan kinerja ekonomi daerah terutama disebabkan oleh meluasnya penyebaran Covid-19. Permintaan eksternal dan domestik diprakirakan masih mengalami penurunan, sehingga berdampak pada pelemahan konsumsi swasta dan perdagangan eksternal Provinsi Jambi. Meskipun, konsumsi pemerintah dalam rangka penanganan Covid-19 akan menahan penurunan ekonomi daerah lebih lanjut,” tegas Bayu.

Untuk keseluruhan tahun 2020, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi juga diprakirakan mengalami perlambatan. Penurunan kinerja ekonomi daerah terutama dipengaruhi oleh dampak outbreak Covid-19.

Penulis: Budi Harto

Facebook Comments

News Feed