by

Jelang ‘New Normal’, Menkes Terbitkan Panduan Mitigasi Covid-19

HALUANJAMBI.CO – Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengeluarkan panduan pencegahan dan penanganan virus Corona (Covid-19) di lingkungan kerja.

Mengapa ini penting: Aturan ini menyambut tatanan baru (new normal) bagi dunia usaha dan kerja semasa pandemi. Sebab belakangan semakin kuat dorongan agar membuka kembali tempat kerja.

Konteks: Panduan tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/Menkes/328/2020 tentang Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Apa kata mereka: “Panduan ini ditujukan untuk memberi acuan bagi pengelola/pengurus tempat kerja di instansi pemerintahan, perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota,” tulis Terawan dikutip dari keterangan persnya, Minggu (24/5/2020).

Panduan untuk kantor dan perusahaan:

⦁ Pihak manajemen diminta senantiasa memantau dan memperbaharui perkembangan informasi tentang Covid-19 di wilayahnya.

⦁ Pembentukan Tim Penanganan Covid-19 di tempat kerja yang terdiri dari Pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3 dan petugas Kesehatan yang diperkuat dengan Surat Keputusan dari Pimpinan Tempat Kerja.

⦁ Pimpinan atau pemberi kerja memberikan kebijakan dan prosedur untuk melaporkan setiap ada kasus dicurigai Covid-19 (gejala demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak nafas) untuk dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan.

⦁ Tidak memperlakukan kasus positif sebagai suatu stigma.

⦁ Pengaturan bekerja dari rumah (work from home).

⦁ Menentukan pekerja esensial yang perlu tetap bekerja/datang ke tempat kerja dan pekerja yang dapat melakukan pekerjaan dari rumah.

Panduan pekerja yang masuk kantor:

⦁ Di pintu masuk tempat kerja, lakukan pengukuran suhu dengan menggunakan thermogun.

⦁ Sebelum masuk kerja terapkan Self Assessment Risiko Covid-19 untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit Covid-19.

⦁ Pengaturan waktu tidak terlalu panjang (lembur) yang akan mengakibatkan pekerja kekurangan waktu untuk beristirahat dan berpotensi menyebabkan penurunan imunitas tubuh.

Untuk pekerja shift:

⦁ Jika memungkinkan, tiadakan shift 3 (waktu kerja yang dimulai pada malam hingga pagi hari).

⦁ Bagi pekerja shift 3 atur agar yang bekerja terutama pekerja berusia kurang dari 50 tahun.

⦁ Mewajibkan pekerja menggunakan masker sejak perjalanan dari/ke rumah, dan selama di tempat kerja.

⦁ Mengatur asupan nutrisi makanan yang diberikan oleh tempat kerja, pilih buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, jambu, dan sebagainya untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh.

⦁ Jika memungkinkan pekerja dapat diberikan suplemen vitamin C.

⦁ Memfasilitasi tempat kerja yang aman dan sehat. Higiene dan sanitasi lingkungan kerja.

⦁ Memastikan seluruh area kerja higienis dengan pembersihan secara berkala menggunakan desinfektan (setiap 4 jam sekali). Terutama pegangan pintu, tangga, tombol lift, peralatan kantor yang digunakan bersama, area dan fasilitas umum lainya.

⦁ Menjaga kualitas udara tempat kerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan kerja, pembersihan filter AC.

Baca juga: Indonesia Masih dalam Status Darurat Bencana Covid-19

Protokol kesehatan pekerja:

⦁ Menyediakan lebih banyak sarana cuci tangan (sabun dan air mengalir).

⦁ Memberikan petunjuk lokasi sarana cuci tangan.

⦁ Memasang poster edukasi cara mencuci tangan yang benar.

⦁ Menyediakan handsanitizer dengan konsentrasi alkohol minimal 70 persen di tempat-tempat yang diperlukan (seperti pintu masuk, ruang meeting, pintu lift, dll).

⦁ Selalu menerapkan physical distancing dalam semua aktifitas kerja, minimal 1 meter (pengaturan meja kerja/workstation, pengaturan kursi saat di kantin, dll).

⦁ Hindari penggunaan alat pribadi secara bersama seperti alat salat, alat makan, dan lain lain.

“Dengan menerapkan panduan ini diharapkan dapat meminimalisir risiko dan dampak pandemi Covid-19 pada tempat kerja khususnya perkantoran dan industri, dimana terdapat potensi penularan akibat berkumpulnya banyak orang dalam satu lokasi,” kata Terawan.

Penulis: Tio Pirmando

Facebook Comments

News Feed