by

Berselang Sehari, Rupiah Melemah 0,10 Persen

JAMBI (HJ) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di perdagangan pasar spot  melemah 0,10 persen pada Rabu (16/10/) bila dibandingkan sehari sebelumnya.

Selasa (15/10) kemarin, nilai tukar rupiah masih bertahan di angka  Rp14.116 per dolar AS, sementara hari ini mengalami pelemahan pada angka Rp14.180 per dolar AS.

Sementara itu, mayoritas mata uang di Asia melemah terhadap dolar AS. Rupee India keok sebesar 0,45 persen, yuan China 0,20 persen, dan lira Turki 0,16 persen.

Kondisi yang sama juga terjadi pada won Korea yang melemah 0,10 persen, dolar Singapura 0,09 persen, peso Filipina 0,05 persen, serta ringgit Malaysia 0,04 persen.

Di kawasan Asia, hanya yen Jepang dan Baht Thailand yang menguat terhadap dolar AS, dengan penguatan masing-masing sebesar 0,17 persen dan 0,12 persen.

Pergerakan mayoritas mata uang di negara maju  juga  melemah terhadap dolar AS. Misalnya, poundsterling Inggris melemah 0,29 persen. Lalu, dolar Australia melemah 0,25 persen dan euro keok 0,02 persen.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai rupiah melemah karena isu China akan membalas jika AS mencampuri urusan internal politik Tiongkok terkait  undang-undang Hong Kong.

“Kabar ini dikhawatirkan akan kembali meninggikan friksi dagang antara AS dan Tiongkok dan menyulitkan untuk mendapatkan kesepakatan, ini akan menekan rupiah,” kata Ariston (16/10).

Kekhawatiran mengenai negosiasi dagang, lanjut dia, sebenarnya sudah sempat mereda setelah China menerima kesepakatan parsial yang telah dicapai dengan AS kemarin.

Namun, kekhawatiran kembali muncul lantaran spekulasi pasar mengenai kesepakatan parsial pekan lalu tidak memiliki efek jangka panjang.

Ia juga menilai, data neraca perdagangan Indonesia yang defisit disertai penurunan aktivitas ekspor dan impor juga akan berimbas pada tertekannya rupiah.

Kendati demikian, Ariston menilai ada potensi rupiah akan kembali bergerak di Rp14.120 sampai dengan Rp14.220 per dolar AS hari ini.

Sumber: CNN Indonesia

News Feed