by

Terkait Penusukan Wiranto, Mantan Kepala BIN: Percobaan Pembunuhan Politik

JAKARTA (HJ) – Angakt bicara soal insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto, Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono menilai ada motif lain selain aksi terorisme.

Ia menilai, tidak tertutup kemungkinan adanya motif politik dibalik insiden tersebut.

“Serangan fisik terhadap Menko Polhukam merupakan percobaan pembunuhan politik (political assassination),” ungkap Hendropriyono kepada wartawan, Sabtu (12/10).

Menurutnya, Insiden penusukan terhadap Wiranto dinilainya sudah membahayakan negara. Apalagi, kata Hendropriyono, peristiwa itu seperti berentetan dengan demo-demo belakangan ini yang berujung anarki.

“Keadaan yang khusus ini bergejala membahayakan keamanan negara, karena diikuti dengan adanya ancaman kerusuhan (demo massa yang diduga anarkistis lagi),” kata mantan Ketum PKPI itu.

Berkaca dari kejadian tersebut, kata Hendropriyono, Pemerintah juga bisa menetapkan status keadaan darurat sipil.

“Sudah cukup menjadi dasar untuk dapat menyatakan keadaan kita dalam darurat sipil,” tegasnya.

Untuk diketahui, saat ini Menko polhukam Wiranto tengah menjalani masa pemulihan pasca operasi di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Sebelumnya, Wiranto ditusuk oleh Abu Rara, anggota jaringan teroris kelompok JAD Bekasi pada Kamis (10/10) di Pandegelang, Banten.

Selain Wiranto, penyerangan itu juga melukai tiga orang lainnya, yakni Kapolsek Menes Kompol Dariyanto, seorang bernama Fuad, dan ajudan Danrem.

 

Sumber: Liputan6.com

News Feed